Menang Sendiri, Kalah Bersama

Saya punya kenalan.

Cerdas. Ambisius. Cepat naik jabatan.

Tapi ada satu kebiasaannya yang aneh.

Dia tidak pernah berbagi.


Setiap ada proyek, dia kerjakan sendiri.

Setiap ada ide, dia simpan sendiri.

Setiap ada peluang, dia rebut sendiri.


“Saya harus berhasil,” katanya.


Saya diam saja.


Lama-lama, timnya menjauh.

Mereka tidak lagi berbagi ide. Tidak lagi mendukung proyeknya. Tidak lagi peduli dengan keberhasilannya.


Sampai akhirnya, ada proyek besar.

Dia ingin mengerjakan sendiri.

Tapi kali ini, dia butuh orang lain.

Masalahnya? Tidak ada yang mau membantu.


Saya masih diam.


Proyeknya gagal. Karirnya mandek.


Saya tersenyum.


Keberhasilan bukan soal seberapa cepat kita naik. Tapi seberapa banyak orang yang ikut naik bersama kita.

Menang sendiri, mungkin terlihat hebat.

Tapi kalau akhirnya sendirian, apa gunanya?